MAKALAH BAHASA INDONESIA YANG BERJUDUL
SEJARAH MASUK
ISLAM KE BENGKULU
Disusun oleh :
MIMI PUSPITA
Nim :
1911330046
SEMESTER I B
PRODI
MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS
USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUD AGAMA
ISLAM NEGERI BENGKULU (IAIN)
TAHUN AJARAN
2019 M/ 1441
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah............................................................................
B.
Inditifikasi Masalah....................................................................................
C.
Batasan dan Rumusan Masalah......................................................................
D.
Tujungaan Penelitian ..................................................................................
E.
Kegunaan Penelitiaan..................................................................................
F.
Tinjauaan Pustaka.......................................................................................
G.
Landasan teori...........................................................................................
BAB 11 PENUTUP
A.Kesimpulan...........................................................................................
BAB III
Kata Pengantar.....................................................................................
Daftar Pustaka.......................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Berbicara tentang sejarah pasti tidak
terlepas dari proses perjalanan pertama islam ke bengkulu,yang sampai saat ini
masih menyisahkan perdebatan panjang di kalangan para ahli.setidaknya ada tiga
masalah pokok yang menjadi perbedaan,yaitu asal kedatangan islam ,para
pembawanya dan karakteristiknya berbagai teori telah berusaha menjawab tiga
masalah pokok tersebut namun tidak
sampai menemukan jawaban yang pasti hal ini di sebabkan karena kurangnya data
pendukung dari masing –masing teori tersebut.ada tiga teori yang di kembangkan
para ahli mengenal masukanya islam ke nusantara,yaitu teori Guratan, teori
persia,dan teori arab.sementara ada pendapat lain menyebutkan bahwa masuknya
islam ke nusantara berdasarkan pada teori arab,teori india teori india,teori
eropa dan teori muslim dalam berbagai literlatur.[1]islam
merupakan agama rahmatan lil’alami.,Dalam sejarah yang tak terbantakan
kehadiranya telah merubah perilaku
bangsa arab yang jahiliyah menjadi bangsa yang beradab,tangguh
,beribawa.
B.
Indetifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang mengenai fakta
–fakta dan data-data yang ada maka masalah – masalah yang ada di lapangan dapat
di indetifikasi sebagai berikut:
1.Belum adanya kepastian mengenai asal
kedatangan dan jalur masuknya islam diwilayah bengkulu.
2. belum adanya kejelasan mengenai proses masuk berkembangannya islam di wilayah bengkulu
3.belum terdentifikasinya bukti –bukti
peninggalan – peninggalan islam di
wilayah bengkulu
C.
Batasan dan Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Agar di sertai
ini fokus dan tidak melebar maka perlu ada batasan masalah yaitu:
A.
Lokus penelitian ini berada di provinsi Bengkulu yang meliputi 9 kabupaten
(Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu
Utara, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan dan Kaur) dan 1 Kota
Madya.[2]
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan pokok masalah dalam
penelitian ini yaitu:
A. Bagaimana dinamika proses masuk dan
berkembangnya Islam di Bengkulu?. Faktor apa yang mempengaruhi dinamika
penyebaran dan perkembangan Islam di
Bengkulu?
B.Apakah
proses masuk dan berkembangnya Islam di Bengkulu memiliki karakteristik
tertentu yang membedakannya dengan wilayah lain di Nusantara?
D.
Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian yang bersifat historis pada umumnya adalah untuk membuat sebuah
rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara
mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi serta mensistematisasikan bukti-bukti
tersebut untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.[3]
E.
Kegunaan Penelitian
Kegunaan
Teoritis Secara teoritis, tujuan penelitian itu untuk membuat sebuah
rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif dengan cara
mengumpulkan, mengevaluasi, memverivikasi serta mensistematisasikan bukti-bukti
tersebut untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.untuk
mengembangkan khazanah intelektual Islam bidang ilmu sejarah dan wawasan peradaban
Islam, dalam bidang kajian Islam Melayu Nusantara, khususnya Islam di Bengkulu.
3.
Kegunaan Praktis Kegunaan praktis penelitian
ini yaitu:
a. Penelitian
ini dapat menjadi bahan referensi bagi para peneliti lainnya untuk pengembangan penelitian lanjutan.
b. Penelitian
ini sebagai acuan bagi para peneliti berikutnya, khususnya bidang kajian Islam Melayu Nusantara.[4]
F.
Tinjauan Pustaka
Setiap
penelitian, posisisi kajian pustaka42 atau kajian literatur memiliki peran
penting dalam rangka untuk menggali teori-teori yang relevan dengan masalah
penelitian. Penelitian tidak mungkin dilakukan dengan baik tanpa orientasi
pendahuluan yang bersumber kepada literatur. Salah satu hal yang perlu
dilakukan dalam persiapan penelitian adalah mendayagunakan sumber informasi
yang terdapat dalam literatur yang berhubungan dengan penelitian. Menggunakan
literatur berarti melakukan penelusuran literatur dan penelaahnya.
G.
Landasan Teori
1. Teori Masuknya Islam ke Nusantara
Keberadaan Islam di Indonesia baik secara historis maupun sosiologis sangatlah
kompleks, terdapat banyak masalah, misalnya tentang sejarah dan perkembangannya,
Secara garis besar perbedaan pendapat itu dapat dibagi menjadi di antaranya:
Pertama dipelopori oleh sarjana Belanda, di
antaranya Snouck Hurgroje. Ia berpendapat bahwa Islam datang ke Indonesia pada
abad ke-13 M dari Gujarat (bukan dari Arab langsung) dengan bukti telah
ditemukannya makam Sultan Malik as-Sholeh, raja pertama kerajaan Samudra Pasai
yang berasal dari Gujarat.
Kedua dikemukakan oleh sarjana Muslim, di
antaranya Prof. Hamka. Hamka pernah mengadakan seminar tentang “Sejarah
Masuknya Islam ke
2.Teori
Penyebaran Islam di Bengkulu
Berdasarkan
bukti-bukti sejarah yang ditemukan bahwa syiar Islam di wilayah Bengkulu itu
telah berlangsung sejak abad ke-XIV, meskipun dimugkinkan sebelum masa itu
Islam sudah masuk ke Bengkulu.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
riset dengan judul Masuk dan Berkembangnya
Islam di Bengkulu Abad XVI-XX ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 3. Secara
historis, berdasarkan sumber-sumber dan data-data yang ada bahwa Islam masuk ke
wilayah Bengkulu; pertama melalui Gunung Bungkuk yang dibawa oleh ulama Aceh
bernama Malim Muhidin dan peristiwa itu terjadi pada tahun 1417 M, kedua
melalui kadatangan Ratu Agung dari Banten yang kemudian menjadi Raja Sungai
Serut Bengkulu, ketiga melalui proses pernikahan antara Sultan Muzaffar Syah
Raja dari Kerajaan Indrapura dengan Puteri Serindang Bulan seorang Puteri Rio
Mawang dari Lebong, keempat melalui jalinan persahaban antara Kesultanan Banten
dengan Kerajaan Selebar Bengkulu yang ditandai dengan pernikahan Pangeran Nata
Diraja dengan Puteri Kembang Kemayun, Puteri Sultan Ageng Tirtayasa dari
Banten, kelima melalui hubungan Kerajaan Palembang Darussalam dengan Raja
Depati Tiang Empat di Lebong dan keenam melalui daerah Mukomuko yang menjadi
bagian dari Kerajaan Inderapura.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur‟an dan Tarjamah, Departemen Agama
Republik Indonesia. Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan
Nusantara abad VII dan VIII, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, edisi
Perenial, 2013). ------------------, Renaisans Islam Asia Tenggara, Sejarah
Wacana dan Kekuasaan, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 1999).
------------------, Jaringan Global Dan Lokal Islam Nusantara, (Bandung: Mizan,
2002). ------------------, Pendidikan Islam, Tradisi dan Modernisasi Menuju
Milenium Baru (Cet. II; Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2000). A. Hasymy, Sejarah
Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, (Bandung: Al Ma‟arif, 1981).
Hamidy, Badrul Munir, Masuk Dan Berkembangnya Islam Di Daerah Bengkulu, Dalam
Bunga Rampai Melayu Bengkulu, ( Tim Penyusun Dinas Pariwisata Propinsi Bengkulu
Tahun, 2004). -------------------, Masuk dan Berkembangnya Islam Di Daerah
Bengkulu, (Bengkulu: Diterbitkan Dalam Rangka Pelaksanaan STQN XVII Tahun 2004
Oleh Panitia Penyelenggara). -------------------, Upacara Tabot di Kotamadya
Bengkulu, (Bengkulu, IPKD,
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala
rahmatNya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Kami berharap
semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk para pembaca.
Kami yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Bengkulu,
18 Desember 2019
[1] Al-Qur‟an
dan Tarjamah, Departemen Agama Republik Indonesia. Azra, Azyumardi, Jaringan
Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad VII dan VIII, (Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, edisi Perenial, 2013). ------------------,
[2] Renaisans
Islam Asia Tenggara, Sejarah Wacana dan Kekuasaan, (Bandung: PT Remaja Rosda
Karya, 1999). ------------------,
[3] Jaringan
Global Dan Lokal Islam Nusantara, (Bandung: Mizan, 2002).
[4] Pendidikan
Islam, Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Cet. II; Jakarta: Logos
Wacana Ilmu, 2000). A. Hasymy, Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di
Indonesia, (Bandung: Al Ma‟arif, 1981). Hamidy, Badrul Munir, Masuk Dan Berkembangnya
Islam Di Daerah Bengkulu, Dalam Bunga Rampai Melayu Bengkulu, ( Tim Penyusun
Dinas Pariwisata Propinsi Bengkulu Tahun, 2004).